Wahai Malaikat malam
Biarkan tidurku lelap
Satu hari saja...,Tak apa
Kembali mata Rani tak bisa terpejam ketika malam datang. Sosok Nico adalah rasa takut bagi Rani dan tersimpan pula kerinduan di naluri wanitanya. Rani tak bisa berkata apa-apa, ketika Nico menelpon dengan segudang kata cinta yang membuat dahaganya semakin dahaga.
“Salahkah Aku bila berharap Kau seutuhnya untuku.” Begitulah pertanyaan yang kerap terlintas di pikiran Rani.
Beban batin yang dialami Rani selama enam bulan ini membuatnya resah dalam kebahagiaan dengan hadirnya Nico. Tetapi dia juga tak bisa mengelak bahwa Hendra adalah seseorang yang menambal keresahan hatinya dalam tiga bulan ini. Keduanya adalah jiwa bagi Rani.
Dengan Nico, Rani bisa merasakan hangatnya cinta karena sentuhan-sentuhanya yang selalu membuat Rani ingin berulang kali melakukanya. Tapi dia tak bisa mengelak, bahwa hatinya sangat terluka karena Rani harus menerima bahwa ia menjadi cinta ke dua Nico. Tapi Rani begitu mencintai Nico, hingga dia selalu bertahan. Apalagi naluri ghara’iz nya selalu merindukan hadirnya Nico.
Hingga kemudian ia bertemu Hendra, seseorang yang mengasikan dalam berbagai perbincangan. Memberi apapun yang tidak pernah diminta oleh Rani. Selalu memberi semangat serta nasehat apapun yang terjadi padanya. Hendra adalah teman setia dalam mendengarkan cerita-cerita Rani maupun keluh kesahnya. Kehadiran Hendra memberi warna baru bagi Rani. Dari memainkan komputer, internet, game, komik, jalan-jalan, semua membuat Rani senang. Kemudian cinta itu tumbuh. Dalam sorotan mata Hendra ,Rani dapat merasakan cinta yang tersimpan dalam hati Hendra. Rani pun tak bisa pungkiri, bahwa ia juga mencintai Hendra.
Wahai malaikat malam,
Bantulah aku....
Yang terjebak dalam pusaran
Bagaimana mungkin Rani mencintai dua orang dalam waktu yang sama. Nico dan Hendra, keduanya benar- benar dibutuhkan Rani. Walau harus jadi yang kedua bersama Nico,dia tetap tak bisa melelpasnya. Sedang Hendra adalah sosok yang berarti pula di mata Rani dengan kepribadian dan pikiranya yang dewasa.
Segala keresahan itu akhirnya terjawab di suatu siang rikala matahari sedang tinggi-tingginya berada di puncak kepala.Sebuah surat datang diantar oleh seorang tukang pos yang berwajah bundar. Surat itu buat Rani. Sontak Rani membuka dan lekas membaca isi surat itu.
“Selamat Anda telah lulus seleksi tes untuk memperoleh beasiswa pendidikan S1 di Jerman. Untuk itu mohon segera melengkapi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan.”
Wahai malaikat malam,
Apa ini.....
Jawaban atas pusaran itu,
Namun, sanggupkah aku
Melepaskan diri dari pusaran-pusaran itu
No comments:
Post a Comment