Friday, February 1, 2008

Sepuluh Jam Yang Lalu

Masih tak bisa ku mengerti
Setelah berjam-jam ku habiskan waktu
Mencumbui angin yang menyentuh tubuh mungilku
Bunga yang kau beri sepuluh jam yang lalu
Merunduk di depanku

Sepuluh jam yang lalu
Kau duduk di sampingku dengan bayang yang berbeda
Membentangkan lengkungan langit hitam
Bermain di bola matamu
Membuncah emosiku,
Setelah kau semprotkan darah ke mukaku

Apa yang harus ku mengeti
Setelah pesonamu pergi bersama rasa yang berduri
Bibirku masih bergetar,
Mengingat enam patah kata yang kau ucap
Sepuluh jam yang lalu

No comments: