Sudah berapa bulan sejak kau tiggalkan
Aku di pinggir malioboro
Aku terasing dalam kumpulan orang-orang
Membuatku pusing bertanya apa yang harus aku lakukan
Aku masih belum puas ringsut dalam
Cengkeraman manis terakhir kita saat hujan
Menetaskan kata-kata rindu di lembut jemari kita
Saat itu hatiku benar-benar terbuai lewat
Cerita-cerita bual yang kau ungkap dalam sajak-sajak lugu
Setelah aku kau tinggalkan
Aku benar-benar seperti orang asing
Mencari jalan pulan dari malioboro
Padahal jalanya ada di depa sana
Kenapa kau tak tinggalkan peta atau kaca mata padaku
Aku pulang dengan kaki yang terseok-seok
Karma tak ada kendaraan yang mau mengantarku
Aku melewati kenangan kita
Yang melekat di otak, sangat lekat
Kini,
Aku sampai rumah dengan jiwa yang tertinggal
Di pinggir malioboro
Kapan kau akan menjemputku
Untuk kembali menciptakan nafas cinta
di pinggir malioboro
No comments:
Post a Comment